Kerjasama | 18 May, 2026

Program Studi Manajemen dan Akuntansi Universitas Bakrie Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional melalui Visiting Lecturer di UTHM Malaysia

Di tengah perkembangan dunia bisnis global yang semakin dinamis, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya membangun kerja sama formal melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), tetapi juga menghadirkan implementasi nyata yang memberikan dampak akademik secara langsung bagi mahasiswa dan dosen. Perspektif internasional menjadi salah satu kebutuhan penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan industri global.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari kolaborasi internasional tersebut, Program Studi Manajemen dan Akuntansi Universitas Bakrie melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan delegasi dosen Universitas Bakrie, yaitu Dr. Ananda Fortunisa, Ovalia Rukmana, Ph.D., serta Dr. Jurica Lucyanda. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bakrie yang sedang menjalankan program student mobility di UTHM, yaitu Ahmad Bilfagqih Nur Ridzqiara, Khadijah Insyirah Alatas, dan Rivalyn Chintia Putri Ladjoma..

Kegiatan Visiting Lecturer ini merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah yang diampu oleh Dr. Siti Aisyah Binti Mustafa bersama mahasiswa semester 2 Faculty of Technology Management and Business UTHM Malaysia. Kolaborasi akademik ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pertukaran wawasan internasional dan pendekatan pembelajaran lintas negara.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ananda Fortunisa menyampaikan materi bertajuk “Cultivating Strong Brand Culture: Brand-Oriented Leadership”. Materi tersebut merupakan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan dan pengaruh signifikan antara brand-oriented leadership terhadap performa perusahaan.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bagaimana kepemimpinan yang berorientasi pada nilai merek (brand values) mampu membentuk budaya organisasi yang kuat serta meningkatkan daya saing perusahaan secara berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana pengukuran brand culture dapat diintegrasikan ke dalam laporan keuangan tahunan perusahaan dengan tetap memperhatikan standar pelaporan keuangan internasional atau International Financial Reporting Standards (IFRS). Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama sesi berlangsung, ditandai dengan aktifnya peserta dalam berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pandangan terkait implementasi strategi kepemimpinan dan budaya organisasi dalam dunia bisnis modern.

«Back to News